Serapan Anggaran Tiga OPD Rendah

  • Whatsapp
Serapan anggaran di Kabupaten Sampang rendah akibat program di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) belum terlaksana. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Banyaknya program di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sampang belum terealisasi, mengakibatkan serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) rendah. Terutama, realisasi program di tiga OPD yang memiliki program dengan anggaran besar dibanding OPD lainnya. Masing-masing, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Plt Kepala DPUPR Sampang, Muhammad Zis tidak menyangkal minimnya penyerapan anggaran. Dia mengaku, program pembangunan fisik belum banyak terealisasi. Sehingga, serapan anggaran masih minim. Namun dipastikan, semua anggaran akan terserap. Yakni, masih menunggu semua program pembangunan terlaksana 100 persen.

Bacaan Lainnya

“Insyaallah sebelum akhir tahun anggaran akan terserap. Baik di DPUPR maupun DPRKP. Untuk sekarang, hanya sebagian saja yang terserap. Karena memang proyek pembangunan hanya sebagian yang digelar,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala DPRKP, Rabu (21/7/2021).

Dia mengungkapkan, semua pelaksanaan program fisik sudah direncanakan sejak akhir tahun lalu. Sehingga dipastikan, pekerjaan tidak akan molor dan optimis semua penyerapan anggaran bisa terjadi dalam beberapa bulan kedepan.

“Selama ini kami masih mengalami kendala soal refocusing. Karena harus memangkas sejumlah program yang sudah terencana. Ini berpengaruh pada realisasi program tahun ini,” imbuhnya.

Data yang dihimpun Kabar Madura, total anggaran DPRKP Rp80.049.106.604 hingga bulan Juli baru terserap Rp3.917.401.312 atau 4,89 persen.  Jumlah tersebut, tergolong rendah pada semester kedua. Sementara, untuk anggaran di  Dinas PUPR baru terserap Rp26.330.892.428 atau 11,05 persen dari total anggaran sebesar Rp238.288.619.266. Sisa serapan, sebesar Rp211.957.726.838.

Selanjutnya, anggaran di Dispendukcapil belum terserap mencapai Rp7.990.110.413. Dinas ini, baru menyerap anggaran sebesar Rp1.852.351.292 atau 18,82 persen. Sementara total anggaran yang dialokasikan sebanyak Rp9.842.461.705. Tidak hanya itu, beberapa instansi lain juga banyak yang tidak melakukan penyerapan. Kemudian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyerap anggaran sebesar Rp3.245.940.108 atau 49,09 persen dari alokasi anggaran Rp6.612.222.669.

Sementara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyerap Rp4.677.470.101 atau 50,28 persen dari total anggaran Rp9.302.844.275. Sekretariat DPRD juga baru melakukan setengah serapan anggaran, yakni sebesar Rp25.783.673.881 atau 51,45 persen dari total anggaran Rp50.114.040.586. Sisanya, Rp24.330.366.705 belum terpakai. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *