Penyidikan Belum Kelar, Perpanjang Masa Tahanan Kades Tanah Merah

  • Whatsapp
Kepala Desa (Kades) Tanah Merah Sampang Suhartono harus mendekam dibalik jeruji besi setelah ditahan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Kasus dugaan penyelewengan anggaran dana desa (DD) Tanah Merah Kecamatan Torjun masih proses penyidikan. Meski demikian, penahanan terhadap Kepala Desa (Kades) Tanah Merah Suhartono, kembali diperpanjang selama 40 hari. Sehingga, penahanannya bertambah sebelum sidang tergelar.

Penahanan dilakukan, setelah sebelumnya yang bersangkutan mangkir selama tiga kali. Sedangkan, penambahan penahanan dilakukan setelah masa tahanan sebelumnya habis. Sebab, penyidikan belum tuntas. Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejari Sampang Achmad Wahyudi, Minggu (18/7/2021).

Bacaan Lainnya

“Penyidikan belum selesai. Sehingga kasus belum dilimpahkan ke pengadilan. Akibatnya, penahanan diperpanjang selama 40 hari,” katanya.

Dijelaskan, penahanan sebelumnya dilakukan selama 20 hari. Tujuan perpanjangan penahanan,  agar tidak perlu diperpanjang kembali selama 40 hari kedepan. Sebab, jika hanya diperpanjang selama 20 hari dikhawatirkan penyidikan belum tuntas. Namun, penyidikan akan diupayakan selesai cepat. Sehingga, sebelum 40 hari ke depan kasus dugaan penyimpangan sudah dilimpahkan.

“Selanjutnya, penahanan akan dilakukan oleh pengadilan,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, jika Kades Merah sudah menjalani persidangan, maka kejaksaan akan menindaklanjuti pada pengembangan. Sebab, bisa jadi ada pihak lain yang terlibat pada proses dugaan korupsi. Namun, saat ini kejari masih fokus pada penyidikan khusus tersebut.

“Kami akan kembangkan nanti. Namun, masih fokus penyidikan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain nanti,” tegasnya.

Sekedar diketahui, dugaan kasus DD terjadi pada pekerjaan pembangunan dengan indikasi tidak selesai. Hanya saja, anggaran habis. Bahkan, kasus itu disoroti Inspektorat Sampang. Sejumlah tim auditor diterjunkan untuk menyelidiki dugaan penyimpangan DD. Ketidak tuntasan pekerjaan, diselidiki dengan perbandingan anggaran yang digunakan. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *