Akibat PPKM, Pembahasan Tiga Raperda Inisiatif Terancam Molor

  • Whatsapp
Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Sampang. khawatir tiga raperda tidak selesai terbahas sesuai target. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Kegiatan para wakil rakyat di Kabupaten Sampang dihentikan sementara. Indikasinya, akibat penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Sehingga,  tiga rencana peraturan daerah (raperda) yang diprioritaskan selesai lebih awal terancam molor. Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sampang Moh. Faruq, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya, tiga raperda yang dimaksud, tentang toko modern dan pasar tradisional, peraturan pembentukan produk hukum desa (PPHDes), dan satu raperda yang belum dimulai pembahasannya. Sehingga, hingga saat ini belum ada perkembangan untuk rencana pembahasannya.

Bacaan Lainnya

“kami masih terkendala kondisi saat ini. Tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembahasan sementara. Namun kami masih upayakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk pembahasannya masih tahap awal. Dari tiga raperda prioritas, masih dua yang sudah mulai pembahasan dengan sejumlah pihak. Pembahasan, akan dilakukan kembali jika kondisi sudah memungkinkan. Sebab, beberapa raperda itu cukup penting dan sesuai rencana awal harus selesai sesegera mungkin.

“Karena, perda inisiatif ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah anggota Bapemperda lainnya, jika pembahasan dan diskusi sempat dilakukan di grup media sosial (medsos),” jelasnya.

Sehingga, pada pembahasan berikutnya akan mengundang sejumlah pihak terkait. Khususnya, bagi leading sektor raperda yang akan dibahas.

“Kami tetap komitmen raperda disahkan tahun ini. Karena sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga kami akan selesaikan tahun ini,” janjinya.  (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *