Pendaftar CPNS 2021 di Sampang Membludak

  • Whatsapp
Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) melebihi kuota formasi. (Foto: Dokumen KM)

KABAR SAMPANG | Peminat tenaga kesehatan (nakes) pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Sampang cukup tinggi. Sejak pendaftaran dibuka tanggal 30 Juni kemarin, peserta tembus 390 orang. Jumlah tersebut, tidak sebanding dengan ketersediaan formasi nakes. Apalagi, pendaftaran masih ditutup tanggal 21 Juli 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Informasi Kepegawaian dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Hendro Sugianto mengatakan, terdapat 76 kuota formasi CPNS tahun 2021 untuk nakes. Rinciannya, 75 formasi untuk nakes dan satu formasi bagian teknis.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kuota formasi sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan, pemerintah daerah tidak bisa melakukan pengajuan penambahan kuota, meski peminat cukup banyak. Bahkan, dari tahun-tahun sebelumnya banyak masyarakat yang menunggu kesempatan tersebut. Sehingga, ketika pendaftaran dibuka, jumlanya melebihi kuota.

“Saat ini, yang mendaftar CPNS dan sudah disubmit ada 390 orang. Kalau formasinya, hanya 76 orang, yakni nakes 75 dan teknis satu orang dan ini ketentuan dari pusat,” tuturnya, Kamis (15/7/2021).

Pihaknya memaparkan, overload pendaftar sebagai abdi negara tidak hanya terjadi pada formasi nakes. Melainkan, pendaftar untuk rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) juga mengalami lonjakan. Realitasnya, dari kouta 371 formasi capaian pendaftar sebanyak 1.229 orang. Jumlah tersebut melonjak, karena ada bagian pendaftar yang tidak lolos di kesempatan sebelumnya.

Sedangkan, untuk syarat pendaftaran saat ini ada batasan usia. Yakni, untuk guru PPPK minimal 20 tahun maksimal 59 tahun. Bagi formasi CPNS dokter spesialis maksimal berusia 40 tahun.

“Melonjaknya pendaftar itu, sebagian karena tidak lolos pada kesempatan sebelumnya, jadi setiap tahun mendaftar memang lebih dari kuota,” paparnya.

Kendati demikian, meski mendaftar dari semua formasi melebihi dari kuota yang ditentukan, nantinya akan ada yang gugur atau tidak lolos. Sebab, semua pendaftar akan menjalani tahapan-tahapan seleksi. Namun, untuk kepastian seleksi masih menunggu jadwal resmi dari pusat.

“Kalau pelaksanaan tes sampai saat ini masih menunggu jadwal  dari pusat, biasanya jadwal itu keluar setelah peserta sudah diverval,” tukasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *