Pemadaman PJU di Masa PPKM Dipantau Satelit

  • Whatsapp
Polisi bersiaga di sejumlah titik penyekatan di wilayah perkotaan di Sampang. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Kegiatan PPKM darurat di Sampang salah satunya dilakukan dengan memadamkan lampu penerangan jalan dan taman selama 9 jam, mulai pukul 20.00 hingga 05.00.  Selain itu, semua pertokoan dan tempat keramaian harus ditutup setelah pukul 20.00. Sementara polisi melakukan pembatasan jalan di lima titik di Kota Sampang.

“Pemadaman itu sudah sesuai kesepakatan sejumlah pihak. Yakni pemerintah daerah, kepolisian dan TNI. Kami lakukan itu untuk mengurangi aktivitas warga,” kata Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz melalui Kabag Ops Kompol Royke Hendrix Fransisco.

Bacaan Lainnya

Aktivitas warga di semua kabupaten di Indonesia juga dipantau langsung oleh pemerintah pusat melalui satelit.  Dalam hal ini memantau pergerakan warga melalui ponselnya. Sehingga, jika aktivitas warga masih tinggi, ada peringatan dari pusat. Sejak pemadaman, Sampang tidak lagi mendapat teguran.

Untuk menjaga keamanan saat pemadaman, Kompol Royke menegaskan, Polres Sampang membentuk tim khusus pengamanan, terdiri dari anggota satreskrim, sat intel dan satresnarkoba. Semua kasat terjun langsung untuk memimpin operasi pengamanan.

“Kapolres memerintahkan kami rajin operasi di semua wilayah. Selain itu, kami aktifkan kring serse. Layanan itu bisa dilakukan cepat jika terjadi tindak kejahatan saat PPKM,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Yulis Juwaidi membenarkan bahwa pemadaman sudah berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan sejumlah pihak. Baik kepolisian dan TNI. Sementara pemadaman itu berdasar rekomendasi Satgas Covid-19.

“Tidak hanya di jalan raya yang dipadamkan, namun semua PJU yang menyebar di sekitar perkotaan juga dipadamkan,” ujar Yulis. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *