Alumni Sekolah Kesehatan Banyak Tolak Jadi Relawan Nakes

  • Whatsapp
Lulusan sekolah kesehatan banyak tolak jadi relawan nakes di sejumlah rumah sakit dan layanan kesehatan di Sampang yang kekurangan nakes. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Kekurangan tenaga kesehatan yang dialami Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang, belum memicu banyak alumni sekolah kesehatan terhentak. Mereka justru banyak menolak tawaran menjadi relawan tenaga kesehatan (nakes) yang kini sedang dibutuhkan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Kabar Madura, kebutuhan nakes tidak hanya di RSUD dr. Moh. Zyn, sejumlah tempat pelayanan kesehatan (yankes) di Sampang mengalami hal serupa.

Bacaan Lainnya

Kondisi yankes yang mengalami kekurangan nakes itu, seperti Rumah Sakit Ketapang, gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang kini disulap jadi lokasi perawatan pasien Covid-19 dan di rumah sakit lapangan yang baru dibangun Pemkab Sampang.

Di RSUD dr. Moh. Zyn membutuhkan sebanyak 44 tenaga kesehatan. Di Rumah Sakit Ketapang membutuhkan 70 tenaga relawan nakes dan di Gedung BLK dan rumah sakit lapangan butuh tambahan sebanyak masing-masing 20 tenaga medis.

Ketua Percepatan Penanganan Covid-19 di Sampang, Yuliadi Setiawan membenarkan adanya kekurangan tenaga kesehatan. Pihaknya mengaku puluhan nakes dibutuhkan untuk menjadi relawan. Namun diakui masih sedikit peminatnya.

“Padahal kami tidak hanya mempekerjakan mereka. Tapi mereka tetap mendapatkan bayaran yang layak. Namun sepertinya masih sedikit yang bersedia menjadi relawan nakes,” ucapnya.

Pihaknya tidak hanya membuat pengumuman resmi nantinya untuk merekrut tenaga kesehatan, namun juga melakukan pendekatan ke sejumlah lulusan sekolah kesehatan. Mulai dari lulusan S1, D3 maupun jenjang pendidikan kesehatan lainnya. Namun rata-rata mereka menolak untuk menjadi petugas medis.

Padahal lanjut Yuliadi Setiawan, pemerintah tidak hanya memberikan honor, tapi juga menggaji. Anehnya mereka justru banyak mundur dari tawaran.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang Agus Mulyadi saat dikonfirmasi mengaku belum bisa menyampaikan kekurangan nakes. Sebab menurutnya, kebijakan itu langsung dilakukan oleh tim  satgas. Namun diakui bahwa kebutuhan nakes cukup penting untuk segera ditindaklanjuti.

“Kalau butuh tambahan sudah pasti. Sebab nakes yang terpapar tidak sedikit. Kurang lebih 100 nakes yang terkonfirmasi positif,” ucapnya. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *