Pembuangan Limbah Covid-19 dan B3 Cemaskan DLH Sampang

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, mulai mengkhawatirkan upaya pengelolaan limbah medis. Terutama, tentang limbah wabah Covid-19. Apalagi, sebaran wabah Covid-19 meningkat. Hal ini diungkapkan Kepala DLH Sampang Faisol Ansori, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya, pihak penghasil limbah wabah Covid-19 dan bahan berbahaya dan beracun (B3) harus lebih berhati-hati. Serta, tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Sebab, apabila tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan. “Jangan sampai membuang limbah medis sembarangan, karena bisa membahayakan dan mencemari lingkungan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini diakui, belum ada temuan tentang pembuangan limbah Covid-19 dan B3 dari rumah sakit, puskesmas, pustu dan dokter praktik umum. Hanya saja, mengantisipasi terjadinya penyebaran yang mengancam lingkungan. Sejatinya, membuang limbah memang tidak boleh sembarangan.

“Karena bisa menimbulkan pencemaran lingkungan dan berpotensi menyebarkan virus, terlebih saat ini ada wabah Covid-19. Kami berinisiatif mengingatkan semua pihak, utamanya penghasil limbah Covid-19 dan B3 itu,” ucapnya.

Kata Faisol. upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara bersama dengan tujuan semua pihak mampu menerapkan pola hidup yang lebih baik. Utamanya, terkait pengelolaan limbah medis oleh pihak ketiga agar dimaksimalkan.

Menurutnya, limbah dari penanganan Covid-19 dikategorikan limbah klinis yang memiliki karakteristik infeksius atau A337-1 yang tergolong dalam limbah (B3). Sehingga, tidak boleh dibuang di sembarang tempat dan harus dilakukan penanganan khusus.

“Aturan penanganan limbah B3 ini, mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pasal 59 ayat 1 dan Pasal 69 ayat 1 yang menyebutkan Setiap Penghasil Limbah B3, Maka Diwajibkan untuk Melakukan Pengelolaan dan Dilarang Membuang ke Media Lingkungan,” tegasnya.

Pihaknya berharap, semua pihak bisa bekerjasama dengan baik dalam menjaga dan melindungi lingkungan dari bahaya limbah B3 sesuai peran dan tugas masing-masing. Terlebih, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pihaknya optimis, lingkungan tetap terjaga dan penyebaran wabah Covid-19 mampu teratasi.

“Menjadi lingkungan dari bahaya limbah medis ini, bagian dari ikhtiar kami untuk memutus mata rantai wabah dengan tetap mematuhi prokes secara ketat,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Agus Mulyadi belum bisa dimintai keterangan. Meski, berkali-kali dihubungi melalui jaringan selulernya belum ada respon. (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *