Efek Vaksinasi, Penerima BLT Merasa Tertekan dan Khawatir

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Warga Sampang, terutama penerima bantuan sosial (bansos) merasa khawatir dengan terbitnya surat edaran (SE) tentang kewajiban divaksin. SE tersebut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengenai pelaksanaan vaksinasi terhadap penerima bansos, khususnya jenis bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Bahkan sebagian masyarakat yang khawatir itu karena mendapatkan SE Nomor 141/517/434.206/21 itu dari kabar yang beredar di media sosial. Namun di dalamnya resmi ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan, tertanggal 21 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Warga Kecamatan Kedungdung Sampang Suhriyah mengakui bahwa SE itu sudah beredar di media sosial. Namun keputusannya dinilai bersifat menekan. Sebab, berupa kewajiban bagi penerima bansos.

Namun karena sudah menjadi kewajiban selaku penerima BLT DD, dia akan berusaha tetapn mematuhi keputusan untuk melaksanakan vaksin. Tetapi dia punya keinginan, yakni harus ada perhatian lebih, yakni memastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan tubuhnya, khawatir ketika divaksin berdampak pada suatu yang tidak diinginkan.

“Keputusan itu sifatnya menekan kepada masyarakat khususnya penerima BLT DD, karena tidak boleh tidak harus divaksin,” tuturnya, Selasa (22/6/21).

Namun menurutnya, tidak semua masyarakat sering melakukan bepergian, sehingga terjadainya paparan Covid-19 bisa sangat minim. Namun, untuk masyarakat yang sering bepergian keluar kabupaten, dinilai wajar jika divaksin sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Dia berharap, pelaksanaan vaksinasi terhadap menerima bansos dilakukan dengan teliti, sebab khawatir ada masyarakat yang mempunyai riwayat penyakir jantung dan jenis lainnya, seperti ibu hamil dan menyusui.

“Penerima BLT DD ini mayoritas orang desa yang kehidupannya tidak mampu. Yang jelas tidak punya kesibukan keluar-luar kecuali bertani. Dan saya berharap vaksinasi dilakukan secara teliti. Sebenarnya yang lebih paham soal kesehatan itu petugas, tetapi khawatir teledor,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sampang dr Yuliono mengatakan, vaksinasi terhadap penerima bansos itu benar dan akan segera dilakukan.

Jumlah vaksin yang disediakan sebanyak 12 ribu dosis dan akan menyasar 12 ribu penerima BLT DD. Jika kurang akan diambil dari vaksin yang didistribusikan melalui Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya. Sebab, penerima bansos berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang sebanyak 34 ribu orang.

Rencana itu juga diklaim telah disosialisasi kepada masyarakat melalui pemerintah desa (pemdes). Bahkan, dalam pelaksanaannya akan dilakukan secara teliti dengan wawancara, karena khawatir ada yang mempunyai penyakit dan kondisi kesehatannya tidak stabil.

“Pelaksanaan vaksin untuk penerima BLT DD mungkin dimulai Kamis (24/6/2021), karena Rabu ini masih akan rapat koordinasi terkait tim teknis dilapangan. Untuk dosis ada 12 ribu, kurangnya nanti diambil dari vaksin yang didistribusikan melalui Rumah Sakit Bhayangkara,” ungkap Yuliono. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *