Anggaran Rp800 Juta untuk Pelatihan Kerja Tidak Bisa Digunakan

  • Whatsapp
Salah satu ruang pelatihan kerja yang dialihkan sementara menjadi ruang karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI). (Foto: Ist)

KABAR SAMPANG | Pelaksanaan program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang disinyalir tidak semulus tahun lalu. Sebab tahun ini, dana pelatihan kerja yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dihapus.

Berdasarkan data yang dirangkum Kabar Madura, anggaran yang dihapus sebesar Rp800 juta. Padahal, dalam perencanaan anggaran itu sudah dialokasikan untuk program pelatihan kerja oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker).

Bacaan Lainnya

Kasi Produktivitas dan Tenaga Kerja DPMPTSP dan Naker Sampang Ludfi mengatakan, penghapusan dana terjadi akibat aturan baru yang mengharuskan anggaran dialihkan. Tahun lalu, anggaran pelatihan kerja menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

“Tapi ada edaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) , jika DBHCHT hanya bisa digunakan untuk program tembakau. Sehingga tahun ini, tidak lagi menggunakan DBHCHT,” ujarnya, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, dihapusnya anggaran untuk pelatihan kerja akan berdampak pada realisasi pelatihan. Sebab, anggarannya semakin kecil dan hanya mengandalkan dana dari pemerintah pusat berupa anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

“Berdasarkan peraturan dari Permenkeu yang baru, anggaran yang bersumber dari DBH CHT sasarannya untuk petani tembakau. Sehingga dana yang disediakan untuk pelatihan kerja dihapus,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya menyetujui adanya penghapusan anggaran itu. Sebab, jika dilanjutkan dikhawatirkan menjadi temuan auditor anggaran. Sehingga, dana akan dialihkan ke program lain. Sedangkan, untuk pelatihan kerja akan menggunakan dana dari APBN.

“Tapi tidak usah khawatir, meski ada pengurangan anggaran akibat aturan baru itu, pelatihan kerja tetap dilaksanakan. Semuanya akan terlaksana, mulai dari pelatihan menjahit, tehnik kendaraan ringan, komputer, tata boga dan paket tehnik las,” tukasnya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *