Terganjal Anggaran, Mobil Pelayanan Keliling Belum Beroperasi

  • Whatsapp
Terbatasnya anggaran mengakibatkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang, tidak mengoperasikan mobil pelayanan keliling. (Foto: Jamaluddin)

KABAR SAMPANG | Keteraediaan mobil pelayanan keliling di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Naker (DPMPTSP-Naker) Sampang terabaikan. Bahkan, kurang lebih selama setahun keberadaan mobil tersebut tidak difungsikan. Indikasinya, nihilnya anggaran untuk mengoperasikan ketersediaan mobil tersebut. Hal ini diakui Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMTSP Sampang Sudar Madi, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, untuk mengoperasikan mobil pelayanan keliling ke setiap kecamatan acuannya kepada anggaran. Sehingga, ketika tidak ada anggaran mobil tidak bisa difungsikan. Sedangkan, lamanya mobil tersebut tidak dioperasikan dari tahun 2020 hingga 2021 ini. Meski per tahunnya ada angaran, namun dari tahun 2020 hingga 2021 anggaran tersebut terkena refocusing akibat Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Kurang lebih setahun mobil ini (pelayanan keliling red) tidak difungsikan. Karena memang tidak ada anggaran untuk mengoperasikannya,” ujarnya.

Dijelaskan, pada tahun 2019 lalu mobil tersebut beroperasi untuk memberikan pelayanan izin dengan cara menjemput bola kepada masyarakat. Untuk anggarannya,  menggunakan dana subsidi silang atau bantuan dari setiap bidang. Yakni, tidak menggunakan anggaran resmi dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Pada dasarnya, kebutuhan anggaran pengoperasian mobil pelayanan keliling tidak begitu banyak.

“Karena yang diprioritaskan itu, uang makan supir dan bensin kendaraan. Kami tidak bicara soal honor petugas, yang kami pikirkan itu uang makan dan bensinnya dan itu tidak banyak. Jadi, memang sengaja tidak dioperasikan, karena anggarannya tidak ada,” jelasnya.

Kendati demikian, disinggung mengenai Keoptimalan pengoperasian mobil pelayanan keliling, Sudar Madi mengaku sangat maksimal. Sebab, bisa melakukan penjemputan ke lapangan. Seperti, memberikan pelayanan kepada orang disabilitas.

“Jika tidak beroperasi pelayanan izin memang tidak maksimal, seperti untuk memberikan pelayanan kepada disabilitas dan orang yang ada di bawah,” tukasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *