Kelanjutan Bisnis To Bisnis Migas Stagnan

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Rencana bisnis to bisnis pengelolaan minyak dan gas bumi (migas) dana participating interest (PI) di Sumur Hidayah II antara  PT. Petrogas Jatim Sampang Energy (PJSE) dengan Petronas Carigali belum jelas. Bahkan, disinyalir pembahasan itu stagnan alias tidak ada perkembangan.

Mantan Ketua Panitia Kerja LHP BPK RI DPRD Sampang Agus Khusnul Yaqin mengaku, belum mendapatkan informasi terbaru. Menurutnya, setelah panja bubar belum ada tindaklanjut dari pemerintah. Sebab, setelah panja selesai merupakan ranah pemerintah untuk melanjutkan komunikasi.

“Kami, panja sudah mengeluarkan sembilan rekomendasi. Itu bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah. Bahkan, kami sudah memfasilitasi pemerintah, PJU, PJSE sudah melakukan pertemuan dengan pihak Petronas Caligari,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima informasi perkembangan terbaru. Terakhir, panja sempat mengawal soal pembahasan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusi (Kemenkumham). Selanjutnya, pertemuan dan pembahasan komitmen antara pemerintah Sampang, PJSE dengan Petronas Carigali. Setelah itu, panja bubar dan belum ada informasi terbaru.

“Saat ini masalah itu sudah menjadi ranah pengawasan Komisi II DPRD Sampang. Sehingga, Komisi II yang akan melakukan evaluasi dan koordinasi. Termasuk melakukan koreksi upaya yang dilakukan pemerintah,” tuturnya.

Untuk diketahui, PT. PJSE  merupakan perusahaan merger antara PT Petrogas Jatim Utama (PJU) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jatim dengan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) BUMD Pemkab Sampang belum mendapatkan persetujuan dari Petronas Caligari.

Selama dua tahun terkahir upaya realisasi bisnis migas dengan petronas belum terlaksana. Catatan Kabar Madura, perusahaan BUMD secara aturan memiliki hak mengelola bisnis sebesar 10 persen. Namun, jika bisnis itu disepakati maka ada pembagian saham antara BUMD Jatim dengan BUMD pemerintah daerah.

Komposisi saham secara prosentase yakni 51 % PT PJU dan 49 % PT GSM.  Sementara Petronas Caligari di lokasi tersebut sudah melakukan eksplorasi migas sejak beberapa tahun lalu. Dari lapangan bukit tua, Petronas Caligari mendapatkan hasil produksi minyak mencapai 15.000 barel oil per day (BOPD).

Sedangkan, produksi gas sebesar 30 mmscfd. Bahkan di awal-awal produksi mampu menghasilkan 18.000 bopd hingga 20.000 bopd. Sesuai aturan, pemerintah daerah berhak mendapatkan peluang mengelola PI sebesar 10 persen. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang ketentuan penawaran PI sebesar 10% pada wilayah kerja Migas dan pemerintah daerah.  (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *