FPGM Pesimis Produksi Garam Sesuai Target

  • Whatsapp
Petani di Sampang menunggu kepastian normalnya harga dan penyerapan seperti tiga tahun lalu. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Forum Petani Garam Madura (FPGM) menilai kebijakan pemerintah menaikkan target produksi garam rakyat asal-asalan. Sebab dipastikan, tahun ini produksi garam turun drastis dibanding tahun lalu.  Selain karena faktor cuaca, tentang  harga yang belum dipastikan normal. Sehingga, banyak lahan tidak digarap seperti tahun 2020 dan akan berdampak pada jumlah produksi garam rakyat.

Ketua FPGM Moh. Yanto mengatakan, cuaca tahun ini tidak menjamin produksi garam lebih banyak. Sebab, hingga bulan Juni curah hujan masih lumayan tinggi. Terbukti, selama beberapa hari terakhir hujan masih melanda daerah Madura.  

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kemarau lebih pendek dari biasanya. Buktinya, sampai sekarang masih hujan. Padahal, bulan Juni biasanya sudah tidak ada hujan,” ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan hujan masih turun. Sebab, selama masih ada hujan akan mengganggu proses produksi garam. Sebab, panen garam bisa gagal dan menjadi pertimbangan oleh petani. Bahkan diyakini, produksi garam semakin berkurang akibat berkurangnya lahan yang dikelola. Sebab, banyak lahan yang tidak digarap tahun ini, khususnya sejumlah tambak yang jauh dari akses jalan.

“Karena biaya operasi semakin tinggi dan merugikan petani. Kalau jumlah petani, mungkin sama yang mengolah lahan. Tapi, yang berkurang adalah jumlah lahan yang dikelola. Karena, petambak tidak mengelola lahan yang jauh dari akses jalan,” katanya.

Menurutnya, tidak sedikit lahan yang jauh dari akses jalan. Selama ini, petambak masih menggunakan jasa angkut ke jalan. Sehingga, memperbanyak pengeluaran. Sementara harga garam anjlok dan penyerapan minim.  Untuk diketahui, tahun ini pemerintah Sampang menargetkan produksi garam mencapai 295 ribu ton. Target itu, meningkat dari target tahun 2020 yang hanya sebanyak 290 ribu ton. Sehingga , kenaikan target tahun ini mencapai  5 ribu ton.

Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud mengungkapkan, jika pemerintah tetap optimis produksi garam masih meningkat. Sehingga target dinaikkan, mengikuti dengan target kebutuhan garam Nasional.

“Kami yakin, masih mencapai target. Kecuali, akibat musim yang tidak bisa disiasati. Selebihnya masih bisa diupayakan. Soal harga, kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait,” katanya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *