BPS: Kepulangan PMI Diprediksi Pengaruhi Angka Pengangguran

  • Whatsapp
Kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang putus kontrak kerja di luar Indonesia diprediksi semakin menambah jumlah pengangguran di Sampang. (Foto: Jamaluddin)

KABAR SAMPANG | Jumlah pengangguran di Sampang tercatat sebanyak 17 ribu jiwa. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) itu diprediksi akan bertambah seiring kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang putus kontrak kerja di luar Indonesia.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang, Wahyu Wibowo mengatakan, jumlah penduduk Sampang berdasarkan data statistik tahun 2020 sebanyak 969 ribu jiwa.

Bacaan Lainnya

Jumlah tersebut dibagi dua kategori, yakni penduduk non usia kerja dan penduduk usia kerja. Maksud penduduk usia kerja tersebut yakni usia 15 tahun ke atas, adapun non usia kerja dari nol sampai 15 tahun. Sedangkan jumlah penduduk non usia kerja sebanyak 235 ribu jiwa dan usia kerja di atas 15 tahun sebanyak 734 ribu.

“Untuk usia kerja ini nanti masih dilihat terkait kondisi dan keberadaannya,” tutur Wahyu, Selasa (8/6/21).

Lebih lanjut, hasil dari catatannya penduduk usia kerja dibagi dua, yakni tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) dan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Maksud dari TPAK adalah penduduk yang punya pekerjaan, namun hanya untuk membantu keluarga atau orang tua. Adapun TPT adalah penduduk yang tidak mempunyai penghasilan sama sekali.

Sehingga, penduduk yang tidak ada pekerjaan sama sekali di kabupaten dengan julukan Kota Bahari itu sebanyak 17 ribu jiwa. Namun, dengan adanya kedatangan ribuan PMI, jumlah tersebut diprediksi bertambah. Tetapi dirinya mengaku tidak tahu jumlah pastinya, karena datanya akan keluar pada akhir tahun 2021.

“Yang pengangguran terbuka atau pengangguran murni sebanyak 17 ribu, untuk yang terupdate ini dengan yang kedatangan PMI belum keluar datanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan DPMPTSP dan Naker Sampang, Agus Sumarso membenarkan tentang banyaknya kedatangan PMI yang putus kontrak di luar negeri. Menurut catatannya, jumlah pengangguran sekitar 13 ribu.

“Adanya kedatangan PMI ini pengangguran jelas bertambah, tapi datanya belum tahu karena yang madatakan dari BPS,” ungkap Agus.

Sedangkan berdasarkan data DPMPTSP dan Naker Sampang, per 4 Juni 2021, jumlah PMI yang dipulangkan ke Sampang mencapai 1.682 orang. Namun dengan masih terus mengalirnya kedatangan PMI, diprediksi bisa mencapai 8 ribu PMI yang pulang ke Sampang.  (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *