Ratusan Pedagang Pasar Srimangunan Akan Direlokasi

  • Whatsapp
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Sampang, hanya lakukan validasi pedagang basah di blok C Pasar Srimangunan. (Foto: Jamaluddin)

KABAR SAMPANG | Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Sampang, melakukan validasi ratusan pedagang Pasar Srimangunan yang ada di blok C. Validasi dilakukan, akibat adanya rencana relokasi pedagang ke Pasar Margalela yang hingga saat ini tidak dioperasikan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Diskoprindag Sampang Barrul Alim, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, hasil dari validasi terdapat 769 pedagang. Jumlah tersebut, jika diorientasikan pada pasar sehat tidak ideal. Sebab, untuk kios di Blok C sebanyak 59 buah. Dikatakannya, melonjaknya jumlah pedagang akibat banyaknya warga yang ingin membuka lapak baru. Sehingga, meski di tepi jalan dan sempit tetap dijadikan tempat berjual.

Bacaan Lainnya

“Yang kami validasi itu, hanya pedagang basah di blok C, karena ada rencana relokasi ke Margalela dan untuk jumlah pedagang tidak ideal, dibandingkan kapasitasnya,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jumlah blok di Pasar Srimangunan semuanya 5 blok. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui secara pasti jadwal relokasi ke Margalela. Selain itu, secara keseluruhan jumlah pedagang dari 5 blok, yakni blok A hingga E sebanyak 2.204 pedagang dengan total kios sebanyak 851 lapak.

“Validasi pedagang secara mendetail dari semua blok belum dilakukan. Jadi 2.204 pedagang itu berdasarkan data dari sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Warga Kelurahan Banyuanyar Sampang Samsul Arifin mengatakan, pedagang basah di Pasar Srimangunan memang overload. Sehingga, tindakan relokasi ke pasar Margalela memang harus dilakukan. Namun, sebelum menerapkan rencana tersebut harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu, kemudian pengelolaan dimaksimalkan.

“Artinya, jika memang akan dialokasikan di pasar sebelumnya harus di sterilkan, agar pedagang yang di Margalela tidak sepi. Karena, kalau disana tetap ada pedagang basah di Margalela sepi, apalagi aksesnya lebih jauh. Jadi, harus dipikir secara matang, jangan asal merelokasi,” responnya.  (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *