Dinkes-KB Sampang Sabet Juara Pertama Sabernova Award 2021

  • Whatsapp
Program inovasi Asik Mas, mengantarkan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang memperoleh juara satu. (Foto: Ist)

KABAR SAMPANG | Inovasi aplikasi sistem informatika kesehatan puskesmas (Asik Mas), mampu membawa Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang menjadi juara pertama pada event Sampang Berinovasi (Sabernova) award tahun 2021. Program tersebut, merupakan kegiatan dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappellitbangda) Sampang.

Salah satu tujuan dari digelarnya program itu, untuk menjawab tantangan di era digitalisasi 4.0, bahkan sebagai bentuk perbaikan sistem pelayanan agar lebih cepat dan mudah diakses. Penghargaan sebagai juara pertama, diberikan langsung oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi pada tanggal 4 Juni 2021 malam di Pendopo Agung Trunojoyo dihadiri semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Forkopimda.

Bacaan Lainnya

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes-KB Sampang Agus Mulyadi mengaku, juara pertama pada kegiatan Sabernova Award 2021 atas inovasi Asik Mas atau yang lebih dikenal dengan software sistem informasi puskesmas (SIMPUS) merupakan suatu kebanggaan. Menurutnya, munculnya inovasi yang disebut Asik Mas sebagai tools atau alat bantu untuk mengelola aktivitas keseharian pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya.

Seperti puskesmas pembantu (Pustu) pondok bersalin desa (Polindes) yang dilengkapi dengan sistem antrian. Sehingga, antar ruangan di puskesmas sudah terintegrasi, mulai dari loket pendaftaran, cetak kartu pasien, rekam medis digital, pelayanan poli, unit gawat darurat (UGD), rawat inap, laboratorium dan kamar obat.

“Asik Mas ini, mulai dari pendaftaran pasien, manajemen diagnosa, manajemen obat, manajemen pasien, hingga rekap pelaporan data puskesmas, semuanya sudah terintegrasi. Dengan ini, pelayanan akan lebih cepat,” ujarnya,  Minggu (6/6/21).

Kendati demikian, kejuaraan yang diperoleh tidak terlepas dari semua stakeholder di internal Dinkes-KB yang terus memberikan masukan dan kritikan untuk menerapkan Asik Mas agar lebih baik. Selain itu, ia berpesan bahwa kunci dari inovasi merupakan keberlanjutan dan perbaikan secara terus menerus atau continuous quality improvement (CQI).

Sebab, program itu merupakan langkah awal. Sehingga, masih membutuhkan perbaikan dan pengembangan secara terus menerus. “Semua ini, atas kerjasama kabid, kasi, serta seluruh anggota tim, kepala puskesmas dan tim SIMPUS masing-masing puskesmas yang terus menerapkan Asik Mas, dan koreksi untuk perbaikan fitur-fitur yang disampaikan menjadi modal pengembangan Asik Mas dan menjadikan pelayanan yang lebih baik,” tukasnya.  (mal/ito/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *