Pembebasan Lahan Kali Kamoning Diduga Rawan Penyimpangan

  • Whatsapp
Anggaran pembebasan lahan kali kamoning menghabiskan anggaran cukup besar hingga Rp 21 miliar. (Foto: Fathor Rahman)

KABAR SAMPANG | Tahun ini pemerintah berencana merealisasikan pembebasan lahan pengendali banjir Kali Kamoning dengan anggaran fantastis. Kondisi itu,  menjadi warning wakil rakyat agar proses pembebasan lahan harus transparan dan efisien. Sebab, proses pembebasan lahan rawan penyimpangan.

Sehingga perlu dilakukan pengawasan. Apalagi, sebagian anggaran pembebasan lahan akan menggunakan APBD tahun 2021. Sedangkan, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp21 miliar. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Fauzan, Kamis (3/6/2021).

Bacaan Lainnya

Pihaknya berjanji, akan melakukan pengawasan terhadap proses pembebasan lahan Kali Kamoning. Sebab, anggaran yang digunakan tidak sedikit. Apalagi, pemerintah tidak memiliki patokan jumlah tanah dan harga maksimal yang disiapkan.

“Hal ini rawan penyimpangan. Makanya, kami perlu melakukan pengawasan serius. Sementara anggaran yang akan dihabiskan tidak sedikit,” ucapnya.

Menurutnya, dalam proses pembebasan harus bersifat transparan. Berapa satuan harga yang ditetapkan dan berapa bidang tanah yang akan dibeli. Sehingga, penghitungan anggaran lebih rinci dan terbuka. Sebab, pembebasan lahan ini dilakukan untuk kebutuhan masyarakat banyak.

Bahkan, selain menyiapkan anggaran eksekutif harus melakukan pendekatan persuasif. Sebab, jika pembangunan dilakukan dampaknya akan dirasakan masyarakat luas. Khususnya, para warga yang terbiasa mengalami bencana banjir setiap tahun. Sehingga, ada negosiasi harga yang layak dalam pembebasan lahan.

“Setidaknya pemerintah mempunyai patokan jenis tanah dan ukuran yang akan dibeli. Termasuk, juga patokan harga minimal dan maksimal. Sehingga, bisa diprediksi berapa bidang tanah yang bisa dibebaskan dengan anggaran Rp21 miliar,” tegasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan pengendali banjir sungai Kali Kamoning tahun ini keselutuhan dianggarkan Rp63 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Jaya Etika Teknik yang beralamat di Jalan Ketintang Baru Selatan VII No.6, Surabaya Jawa Timur.

Kepala Bapelitbangda Kabupaten Sampang Umi Hanik Laila, mengatakan belum bisa memastikan berapa luas tanah yang akan dibebaskan. Menurutnya, belum ada kepastian harga. Karena banyak pihak yang memiliki tanah di sepanjang pembangunan Kali Kamoning.

“Kami belum bisa memprediksi berapa tanah yang akan dibeli. Hanya saja kami menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Berapa harga tanah, dengan jumlah tanah maka uang yang ada akan dibelanjakan sesuai kebutuhan,” terangnya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *