Anggaran Terbatas, Penerapan TPS3R Tidak Merata

  • Whatsapp
Penerapan sistem pengolahan sampah dengan reduce reuse recycle (TPS3R) di Sampang, hanya di beberapa kecamatan. (Foto: Dokumen KM)

KABAR SAMPANG | Ketersediaan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) di Kabupaten Sampang tidak merata. Kondisi itu dibuktikan dengan jumlah kecamatan yang sudah menggunakan TPS3R. Yakni, dari 14 kecamatan baru 4 kecamatan yang menerapkan pengolahan sampah dengan sistem tersebut. Sedangkan sisanya, sebanyak 10 kecamatan belum bisa menerapkannya. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Syarifuddin, Kamis (27/5/21).

Menurutnya, belum maksimalnya penerapan pengolahan sampah melalui TPS3R di setiap kecamatan lantaran terbatasnya ketersediaan anggaran. Seharusnya, setiap satu kecamatan tersedia pengolahan sampah dengan sistem tersebut. Sebab, selain mampu mengurangi tumpukan sampah, sistem TPS3R memiliki nilai ekonomis.

Bacaan Lainnya

“Teknisnya, sebelum sampah tersebut dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dikelola di TPS3R untuk dipilah sampah-sampah yang bisa jadi uang, kemudian dari TPS3R itu jika tidak bisa diolah baru dibuang ke TPA. Adanya TPS3R ini untuk pengurangan sampah, dan diolah itu bernilai ekonomis. Jadi, sebelum dibuang ke TPA dipilah dulu,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, untuk wilayah kota terdapat 7 pengolahan sampah dengan sistem TPS3R. Masing-masing, Keluarahan Dalpenang, Banyuanyar, Rong tengah, Gunung Sekar, Karang Dalam, Polagan, Desa Aeng Sareh. Sedangkan empat kecamatan yang dimaksud meliputi, Kecamatan Sreseh, Tanjung, Pengarengan dan  Kota.

“Hanya di daerah kota yang ada di tujuh lokasi, sedangkan untuk di kecamatan hanya satu lokasi,” tegasnya.

Kendati demikian, pengelolaan TPS3R dilakukan oleh petugas magang di DLH Sampang. Namun, kondisi itu tidak berlaku selamanya. Apabila nanti ada perkembangan pengelolaan, maka akan diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dikelola secara mandiri.  Pemerintah hanya memfasilitasi serananya.

“Per TPS3R itu idealnya ada 5 petugas. Namun, karena masih kekurangan dibagi ratakan. Sehingga, per lokasi itu ada satu sampai dua petugas,” jelasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *