Sampang Dinobatkan sebagai Kabupaten ODF

  • Whatsapp
Pemkab Sampang menerima penghargaan ODF dari Pemprov Jatim di Pendapa Trunojoyo Sampang pada Selasa (25/5/2021). (Foto: Ist)

KABAR SAMPANG | Ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dalam mengedukasi dan mengubah pola hidup warganya agar lebih sadar dengan kesehatan lingkungan, akhir menuai hasil. Sampang mendapat sertifikat penghargaan sebagai kabupaten bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF).

Penghargaan bergengsi itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana kepada Bupati Sampang yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan.

Bacaan Lainnya

Bertempat di Pendapa Trunojoyo Sampang pada Selasa (25/5/2021), penyerahan penghargaan itu juga disaksikan Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang agus Mulyadi beserta jajarannya.

Sekda Sampang Yuliadi Setiawan menguraikan, Sampang dinobatkan sebagai kabupaten ODF itu, harus melalui proses yang relatif panjang. Sejak beberapa tahun terakhir, Pemkab Sampang getol mengedukasi dan mengubah perilaku masyarakat di 186 desa dan kelurahan agar lebih sadar kesehatan lingkungan.

Pemkab Sampang juga harus melewati tahap verifikasi oleh tim verifikator dari Pemprov Jatim. Dirinya mengakui, keberhasilan ini berkat kerja keras, dukungan dan sinergitas semua pihak. Ke depan kehadiran pemerintah sebagai pelayan masyarakat akan terus ditingkatkan.

“Yang jelas, kami sangat sangat bersyukur, Sampang menjadi kabupaten ODF. Tetapi kita jangan jumawa atas capaian ini, mari terus kita tingkatkan,” ucap pria yang akrab disapa Wawan itu kepada awak media.

Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang, Agus Mulyadi menambahkan, ODF merupakan suatu kondisi masyarakat yang sudah tidak berperilaku BAB sembarangan. Selain itu, ODF itu menjadi syarat kategori bagi salah satu daerah untuk naik menjadi kabupaten sehat wistara.

Kabupaten sehat tersebut, jelas Agus, terbagi dalam tiga tingkatan, meliputi tadata, wiwerda dan wistara. Untuk saat ini, daerah yang berjuluk Kota Bahari itu masih berada dalam kategori wiwerda, namun pihaknya berjanji akan terus berupaya yang terbaik.

“Sebetulnya, sudah sejak tahun 2017 silam, kami yang berinisiasi melakukan percepatan ODF ini, karena ini syarat menjadi kabupaten sehat wistara,” jelas Agus.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana menegaskan, Sampang menjadi kabupaten ODF itu berada di urutan ke-18 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Sedangkan sebelumnya Sampang itu masih berada di urutan ke-26 di akhir tahun 2020 lalu.

“Kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan Sampang ini. Dengan kondisi dan medan yang relatif sulit serta anggaran yang tidak besar, sanggup memberdayakan, edukasi pola kebiasaan masyarakat untuk tidak BAB sembarangan,” terangnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *