Ditarik Uang Parkir, Pengunjung Pasar Srimangunan Tidak Terima Karcis

  • Whatsapp
Penarikan biaya parkir di Pasar Srimangunan Sampang, tanpa dibuktikan dengan karcis atau struk parkir. (Foto Jamaluddin)

KABAR SAMPANG | Keberadaan parkir kendaraan roda empat maupun roda dua di Pasar Srimangunan Kabupaten Sampang, cukup mengkhawatirkan. Sebab, tempat parkir dengan penarikan biaya sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua tersebut tanpa ada bukti karcis atau struk parkir. Hal ini dikeluhkan Warga Kelurahan Banyuanyar Sampang Samsul Arifin, Rabu (26/5/2021).

Menurutnya, meski ditarik biaya parkir tidak menerima bukti pembayaran berupa struk parkir. Jika kondisi itu dibiarkan, maka lokasi parkir sangat rawan terjadi kehilangan kendaraan. Sebab, seluruh kendaraan bebas masuk ke area parkir tanpa adanya struk sebagai bukti. Bahkan, pengecekan surat-surat kendaraan juga tidak begitu maksimal.

Bacaan Lainnya

“Kemarin (red) belanja ke Pasar Srimangunan, saat pintu masuk tidak ada karcis parkir, tapi setelah keluar dari area parkir ada petugas yang meminta biaya parkir Rp2.000, dan itu tanpa meminta STNK. Biasanya, masuk area parkir diberi karcis, kemudian setelah keluar bukti karcis diberikan kepada petugas, namun saat ini tidak demikian,” pengakuannya.

Pihaknya menegaskan, selain rawan menimbulkan kehilangan kendaraan, pendapatan dari hasil penarikan retribusi parkir tidak terdata. Bahkan, tidak akan diketahui jumlah kendaraan setiap hari yang terparkir di area pasar. “Bukan hanya soal kehilangan, tetapi juga cara mencatat jumlah kendaraan yang masuk. Jadi, heran saja kenapa ini bisa terjadi,” kesalnya.

Selain itu, Pedagang Pasar Srimangunan Sampang, Ika menyampaikan bahwa yang rawan bukan hanya parkir, tetapi keberadaan kios juga terancam. Dikatakannya, pada Rabu (26/05/2021) pagi, menemukan kiosnya yang terletak di Blok A No 35 sudah dibobol pencuri. Sehingga, dengan kejadian itu ia berharap keamanan pasar dimaksimalkan untuk menjaga kios para pedagang.

“Saya tau setelah dapat telepon dari pedagang lain yang ada di pasar. Saat ke lokasi, rolling door kios sudah dicongkel, dan barang dagangan hilang. Katanya, disini itu ada satpam tapi kok bisa kebobolan ya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Sampang, Barrul Alim belum bisa dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Bahkan, berulang kali dihubungi melalui telepon selulernya meski berdaring nihil respon. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *