Tekan Risiko Bencana, FPRB Gencar Edukasi Warga

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Komunitas Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sampang sering mengadakan sosialisasi terkait kebencanaan di tengah masyarakat..

Ketua FPRB Sampang Moh. Hasan Jailani menyampaikan, dibentuknya FPRB tersebut atas inisiatif bersama dengan beberapa stakeholder dan pemuda di Sampang.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, pada tahun 2018 lalu, ia mempertemukan beberapa stakeholder se-Madura untuk berembuk seputar kebencanaan.

“Dibentuknya FPRB ini atas inisiatif semua anggota, dan atas instruksi dari FPRB Jatim, sehingga akhir tahun 2020 kemarin kita langsung mulai beraktivitas,” tuturnya kepada Kabar Madura, Minggu (23/5/21).

Ia menyampaikan, kerja sama pengurangan resiko kebencanaan dengan pemerintah pasca terbentuknya FPRB Sampang diakui masih kategori baru, sehingga perlu komunikasi intens, seperti menggelar talkshow.

Selain itu, ia membentuk tim kecil untuk meramu sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Ia juga sedang mendesain Desa Tangguh Bencana (Destana) Mandiri, serta membentuk tim mini panen air hujan yang berlokasi di Pulau Mandangin. Anggotanya terdiri dari nakes, mahasiswa, guru, jurnalis, pengusaha, dan semacamnya.

“Semua kegiatan yang kita rancang dilakukan oleh para anggota FPRB Sampang dari berbagai latar belakang. Dan saat ini teman-teman juga sudah bikin podcast dengan mengundang beberapa pegiat aktivis yang peka dan peduli terhadap kebencanaan,” imbuhnya.

Kendati demikian, pria yang kerap kali dipanggil Tretan Mamak itu menuturkan, teman-teman FPRB saat ini fokus terhadap kondisi sesudah atau sebelum kejadian bencana. Sehingga, bisa dikatakan lebih pada edukasi terkait risiko bencana. Karena, untuk mitra strategisnya sudah ada dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD).

“Semua kegiatan itu harus dilakukan dengan sabar dan telaten,” tuturnya. (mal/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *