Sekda Soroti Kinerja OPD, Tekan Inovasi Pengelolaan Tanah Liat Karang Penang

  • Whatsapp
Yuliadi Setiawan, Sekda Kabupaten Sampang.

KABAR SAMPANG | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menuntut organisasi perangkat daerah (OPD) kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Seperti inovasi pengelolaan tanah liat Karang Penang yang selama ini hanya menjadi produk genting, dikembangkan jadi gerabah.

Pengelolaan tanah liat Karang Penang dijadikan gerabah tersebut merupakan instruksi bupati Sampang sejak awal menjabat, namun dinas terkait hingga saat ini belum merealisasikan.

Bacaan Lainnya

Namun dia mengaku tidak tahu pasti tindak lanjut terkait rencana tersebut. Sebab, dari OPD tidak ada laporan. Sehingga, dia merasa geram.

Menurutnya, kreativitas tersebut tidak harus menunggu kritik dan masukan, baru dilaksanakan, tetapi ada inovasi tersendiri dari OPD masing-masing. Hal itu berlaku untuk semua OPD.

“Kelola tanah liat Karang Penang dari genteng ke gerabah itu instruksi bupati dari dulu, tapi dari Diskoprindak belum ada laporan direncanakan atau tidak di tahun ini,” tuturnya, Minggu (23/5/21).

Yuliadi menjelaskan, pembuatan kerajinan gerabah harus ada pelatihan, sekaligus membutuhkan anggaran. Sehingga, ketika OPD tersebut mempunyai inovasi, artinya harus dibicarakan untuk dicarikan solusi.

Pelatihan itu dilakukan untuk kota dan kabupaten yang memiliki potensi dalam mengelola gerabah. Sementara ini, yang mempunyai kemampuan mahir dalam pengolahan gerabah adalah Yogyakarta. Sehingga OPD harus mengirim peserta untuk belajar, bahkan bisa kerja sama, seperti pemasaran dan sistem lainnya.

“Di Karang Penang itu kualitas dan potensi tanahnya bagus, tapi polanya harus diatur. Jadi, nanti harus ada peserta pelatihan, biar ini segera terealisasi. Karena, dampaknya terhadap ekonomi bagus,” imbuh Yuliadi.

Sementara itu, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Diskoprindag Sampang, Moh. Irwan Ferdiawan menyampaikan bahwa tahun ini pelatihan pembuatan gerabah dari tanah liat Karang Penang tetap dilakukan. Namun, tidak bisa dipastikan waktu pelaksanaannya, sebab masih tahap koordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta akibat adanya larangan bepergian.

Peserta yang akan ikut pelatihan sebanyak 10 orang, berasal dari bebapa desa di Kecamatan Karang Penang. Pagu anggaran untuk biaya pelatihan 10 orang itu hanya sebesar Rp18 juta.

“Tetap ada pelatihan, cuma sekarang ini masih komunikasi akibat ada larangan bepergian akibat Covid-19,” singkatnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *