Rekening Bermasalah, Pencairan BOS Puluhan SD Tersendat

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Sebanyak 618 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari jumlah sekolah tersebut, diperkirakan pagu anggarannya dalam satu tahun lebih dari Rp50 miliar. Dana puluhan miliar itu dicairkan secara bertahap.

Kasi Kurikulum Pembinaan SD Disdik Sampang Rahmad Aryanto mengatakan, semua SD negeri dan swasta di wilayahnya mendapatkan dana BOS. Namun, untuk pencairan pada tahap pertama tidak maksimal. Sebab, pada bulan Mei, baru 80 persen yang sudah mencairkan.

Bacaan Lainnya

Adapun pencairannya sejak April kemarin. Saat ini, diperkirakan 20 persen jumlah lembaga yang masih mengurus pencairan. Disebutkan, lembaga yang belum selesai pencairannya itu karena rekeningnya bermasalah..

“Dari 618 SD negeri dan swasta baru 80 persen yang sudah mencairkan, 20 persennya masih memperbaiki data, jadi nunggu perbaikan dulu untuk ditransfer,” tuturnya, Selasa (18/5/21).

Lebih lanjut ia menjelaskan, yang mentransfer dana tersebut langsung dari pusat, dan dananya langsung masuk ke rekening lembaga. Adapun pencairan dana BOS ini dibagi tiga tahap. Tahap pertama 30 persen, kedua 40 persen, dan ketiga 30 persen sesuai ketentuan dari pusat.

Kemudian, dalam tahapannya masih ada gelombang. Sehingga, dari 618 sekolah tersebut tidak menerima secara bersamaan. Semisal, 100 sekolah menerima gelombang satu sisanya sampai seterusnya gelombang berikutnya.

“Pencairan BOS tiga tahap, dan yang menentukan dari pusat. Termasuk besaran dana yang diterima masing-masing lembaga,” imbuhnya.

Akan tetapi, dirinya menyebutkan dana BOS tahun 2021 ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Tahun 2020 kemarin per siswa menerima Rp900 ribu, tahun ini per siswa menerima Rp1.030.000. Dari kenaikan tersebut, pagu anggaran satu tahunnya berbeda.

“Kalau tahun 2020 kemarin pagu anggaran BOS ini dalam satu tahun sekitar Rp50 miliar, tapi kalau tahun 2021 ini lebih besar, karena per siswa ada kenaikan. Jadi, jika siswanya banyak, dana yang diterima akan banyak, begitupun sebaliknya,” pungkasnya. (mal/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *