Kejari Sampang Terbitkan Sprindik Pada Dugaan Kasus Penyelewengan DD Tanah Merah

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Dugaan penyelewengan anggaran dana desa (DD) di Desa Tanah Merah Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, mulai ditindaklanjuti penegak hukum. Saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) pada kasus tersebut.

Bahkan, beberapa saksi sudah mulai diperiksa. Baik saksi dari oknum pemerintah, hingga saksi-saksi lainnya. Kasus itu sudah menggelinding sejak beberapa bulan lalu. Hal ini diungkapkan Kasi Intel Kejari Sampang Ahmadi, Kamis (20/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sudah menjadwalkan pemeriksaan saksi dan pemeriksaan dilakukan setelah diterbitkannya sprindik terhadap kasus yang terjadi di Desa Tanah Merah. Hanya saja, kepolisian masih merahasiakan sejumlah nama yang mulai diperiksa.

“Kami memang jadwalkan pemeriksaan. Tapi untuk sementara kami belum bisa menyampaikan siapa saja yang masuk daftar pemeriksaan kami. Yang jelas, saksi berkaitan dengan program di Desa Tanah Merah berlanjut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, penyidikan dilakukan setelah proses penyelidikan. Diduga, ada indikasi pelanggaran. Sehingga penyelidikan dinaikkan ke status penyidikan. Namun, belum bisa disebut siapa saja yang diduga terlibat.

Ahmadi menegaskan, saat ini tim penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Termasuk bukti-bukti kuat adanya pelanggaran hukum. Sehingga, ditargetkan jika semua sudah rampung akan diumumkan tersangka. Termasuk siapa saja yang ditengarai terlibat.

“Kami berkomitmen akan menindaklanjuti semua kasus korupsi. Khususnya yang berdampak pada kerugian Negara. Setelah kami selidiki kasus ini, ada potensi pelanggaran hukum. Kami mendalami dengan penyidikan,” tegasnya.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, dugaan adanya realisasi penggunaan DD yang tidak tuntas di Desa Tanah Merah dari pekerjaan pembangunan. Yakni, pekerjaan belum selesai, akan tetapi anggaran sudah terserap habis. Sehingga kasus ini menjadi atensi sejumlah pihak pemerintah.

Sebelumnya, kasus itu disoroti Inspektorat Sampang. Sejumlah tim auditor diterjunkan untuk menyelidiki dugaan penyimpangan DD. Ketidak tuntasan pekerjaan diselidiki dengan perbandingan anggaran yang digunakan.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Torjun, Khoirul membenarkan realisasi DD tahun 2020 di Desa Tanah Merah belum tuntas. Namun pihaknya menolak membeberkan tidak terealisasinya pekerjaan proyek jalan seratus persen yang bersumber dari DD.

“Saya belum bisa merincikan mas. Tapi sebaiknya langsung ke pemerintahan desa (pemdes) saja. Kalau bisa dikomunikasikan baik-baik,” responnya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *