DPRD Sampang Khawatirkan Proyek Rp8 M Berkualitas Buruk

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Tender proyek pelebaran jalan Sampang-Omben sudah selesai dilakukan. Bahkan sudah diterbitkan surat perintah kerja (SPK) kepada PT. Rukun Jaya Madura Group sebagai pemenang lelang. Hanya saja, pekerjaan dengan anggaran Rp8 miliar itu, hingga saat ini belum direalisasikan.

Bahkan, terbitnya SPK sudah sebulan lalu. Namun, di sepanjang lokasi proyek tidak ada tanda-tanda pekerjaan akan dimulai. PT. Rukun Jaya Madura Group lolos sebagai pemenang proyek pelebaran senilai Rp11.000.040.000,00. Dana tersebut, bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Namun sesuai kontrak, proyek akan dikerjakan senilai Rp8.112.303.295,00, sesuai penawaran yang diajukan oleh PT. Rukun Jaya Madura Group. Jika, tidak segera direalisasikan dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas pekerjaan. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Fauzan, Minggu (23/5/2021).

“SPK sudah selesai. Dalam dokumen itu sudah jelas waktu pelaksanaan pekerjaan. Sementara jadwal ada batasnya. Namun sampai sekarang belum ada pekerjaan apapun,” kesalnya.

Dikatakan, jika ada ketentuan waktu pelaksanaan semestinya realisasi jasa harus sudah mempersiapkan pekerjaan. Bahkan, pembangunan sudah saatnya dimulai. Sebab, berkaitan dengan limit waktu yang sudah ditentukan sesuai dokumen kontrak. Jika waktu mepet, kemungkinan besar akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan.

“Tidak menutup kemungkinan semua kontraktor menargetkan semua pekerjaan sesuai waktu. Nah, masalah ini perlu dipertimbangkan. Karena, yang dibangun merupakan fasilitas umum. Kami akan mengontrol pelaksanaan itu,” janjinya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan, jika perbaikan jalan jalur Sampang-Omben ditunggu masyarakat. Sebab, sejak lama kondisi jalan butuh perbaikan. Selama ini sering terjadi kecelakaan akibat banyak jalan berlubang. “Manfaatnya ditanggung masyarakat, akses itu selama ini cukup rusak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sampang Hasan Mustofa saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan lebih lanjut. Meski didatangi dan dihubungi langsung, enggan direspon. Sebelumnya, dia membenarkan jika pekerjaan sudah selesai tender. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *