Bantuan Bibit Tembakau di Sampang Dihapus

  • Whatsapp

KABAR SAMPANG | Jelang musim tembakau tahun ini dipastikan tidak ada bantuan bibit kepada petani. Sebab, program tersebut tidak lagi dianggarkan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Sampang Suyono, Minggu (23/5/2021).
Menurutnya, tahun lalu bantuan itu sempat direalisasikan. Pemerintah melakukan pembibitan dengan anggaran Rp125 juta. Kemudian bibit disebar ke sejumlah kecamatan. Seperti, Kecamatan Karang Penang, Omben, Sokobanah dan sejumlah kecamatan lainnya.
“Tahun ini program itu tidak ada lagi. Karena ada perubahan anggaran dan sebagian anggaran dialihkan ke program lain. Kalau tahun lalu memang ada anggarannya untuk pembibitan,” ucapnya.
Pihaknya menegaskan, tanpa ada program bantuan bibit tembakau petani sudah mandiri. Sehingga, dinilai anggaran perlu dialihkan ke bidang pertanian lain yang perlu dibudidayakan. Menurutnya, program tahun ini merupakan hasil evaluasi panjang di internal Disperta KP.
Beberapa program lain yang dinilai perlu didorong masuk dalam perencanaan. Sedangkan, bidang pertanian yang sudah baik dan tidak perlu campur tangan pemerintah secara langsung diserahkan kepada petani.
“Kami berharap tidak adanya support bibit, petani tetap maksimal membudidaya tanaman tembakau. Kami sengaja memfokuskan pada sejumlah aspek pertanian lain,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang Nurdin menambahkan, bantuan bibit tahun lalu sebagai pembelajaran kepada petani. Sehingga, petani lebih tepat dalam memilih bibit. Diharapkan, tahun ini petani sudah mandiri.
“Selain memang karena faktor prioritas tanaman lain. Program ini sengaja di cancel karena adanya perubahan anggaran. Sehingga pembibitan untuk sementara tidak bisa dilakukan,” ulasnya.
Sebelumnya program pembibitan tanaman tembakau dianggarkan melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2021. Akibat adanya perubahan penganggaran, akhirnya program itu dihapus.
“Bahkan direncanakan, pembibitan akan dilakukan di atas bidang tanah seluas satu hektar. Setelah jadi bibit akan kami sebar. Namun rencana itu gagal, karena adanya perubahan anggaran,” tukasnya. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *